Jika mau memilih sistem panel surya untuk rumah, bagusnya jangan hanya melihat kemampuan panelnya dalam menghasilkan listrik ya! Perhatikan juga bagaimana sistemnya dalam solar panel tersebut, apakah solar panel on grid atau yang off grid.
Kedua sistem tersebut akan menentukan gimana cara kerja, kebutuhan perangkat, dan tingkat kemandirian energinya, yang ternyata keduanya berbeda. Makin jelas memahami perbedaan kedua sistemnya ini maka makin mudah menentukan sistem yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga Artikel Ini: Perbedaan Sistem On-Grid, Hybrid, dan Off-Grid pada PLTS Atap
Makin Jelas dengan Tahu Bedanya Solar Panel On Grid Vs Off Grid untuk Rumah

Secara sederhananya, jika dari sistem on-grid merupakan instalasi panel surya yang tetap terhubung dengan jaringan listrik. Dalam hal ini adalah adanya suplai dari PLN. Sementara itu, kalau dari sistem off-grid punya rancangan agar kebutuhan listrik bisa memenuhinya secara mandiri tanpa bergantung langsung pada jaringan listrik. Maka di sini akan memerlukan baterai.
Pada sistem on-grid, listrik yang dihasilkan panel bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan rumah ketika sistem menghasilkan daya. Rumah jadi akan tetap memiliki jaringan listrik sebagai bagian dari sistem kelistrikan yang utama. Oleh karena itulah, sistem ini lebih sesuai untuk hunian yang sudah memiliki akses listrik dengan baik dan stabil. juga yang ingin memanfaatkan energi matahari sebagai bagian dari sumber listriknya.
Namun ini akan berbeda dengan sistem off-grid yang perlu mempersiapkan penyimpanan energi. Listrik dari panel pada siang hari dapat disimpan melalui baterai untuk memakainya ketika produksi listrik dari matahari tidak tersedia.
Artinya ialah ketika perencanaan kapasitas tidak hanya memperhatikan jumlah panel, tetapi juga kebutuhan listrik dan kemampuan penyimpanan energi.
Bedanya Sistem On Grid dan Off Grid
Sistem On Grid akan Terus Terhubung dengan Jaringan Listrik Utama
Sistem on-grid bekerja bersama jaringan listrik yang tersedia di rumah. Panel surya menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik untuk digunakan dalam kebutuhan hunian.
Karakteristiknya itu akan membuat sistem on-grid menarik bagi pemilik rumah yang tidak membutuhkan sistem listrik sepenuhnya mandiri. Kebutuhan listrik tetap berada dalam ekosistem jaringan yang tersedia, sedangkan energi matahari dimanfaatkan sebagai bagian dari sumber energi rumah.
Dalam memahami sistem on grid vs off grid ini, keberadaan jaringan listrik menjadi salah satu pembeda paling mudah mengenalinya. On-grid tidak memiliki rancangan dengan tujuan utama untuk menyimpan seluruh energinya pada siang hari agar rumah dapat sepenuhnya terlepas dari jaringan listrik.
Sistem Off Grid dapat Beroperasi secara Mandiri dengan Bantuan Baterai
Sistem off-grid memiliki konsep berbeda karena tidak bergantung langsung pada jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan energinya. Agar dapat bekerja secara mandiri, sistem ini membutuhkan perangkat penyimpanan, terutama baterai yang harus selalu terjaga kualitasnya.
Energinya dari panel yang menyerapnya pada siang hari bisa memakainya langsung atau menyimpan untuk kebutuhan berikutnya. Penyimpanan tersebut menjadi penting karena panel tidak menghasilkan listrik dengan cara yang sama sepanjang waktu, terutama ketika matahari tidak tersedia di area tersebut.
Jadi sistem off-grid membutuhkan perencanaan yang lebih matang lagi. Kapasitas panel, baterai yang utamanya, inverter, serta kebutuhan listrik rumah perlu memperhitungkannya dengan saksama agar sistem dapat bekerja sesuai tujuan penggunaannya.
Peran Baterai dalam Off Grid Ini Menjadi Pembeda yang Penting
Baterai inilah yang menjadi salah satu komponen penting yang membedakan karakteristik off-grid dengan on-grid. Pada sistem off-grid, baterai akan berfungsi menyimpan energi sehingga listrik yang dihasilkan pada waktu tertentu dapat memanfaatkannya ketika panel tidak sedang menghasilkan daya atau listrik padam.
Hal itu akan membuat kebutuhan baterai perlu disesuaikan dengan pola konsumsi listrik rumah. Semakin besar kebutuhan energi yang harus memenuhinya ketika tidak ada produksi dari panel, semakin penting perencanaan kapasitas penyimpanannya.
Namun kalau Anda masih bingung menentukan sistem on grid vs off grid, bagian ini perlu menjadi perhatian ya. Tenang saja karena kami dari Solar Panel Mandiri akan siap membantu Anda soal ini. Diskusikan saja dengan tim kami.
Kelebihan On Grid dan Off Grid untuk Rumah Tinggal
Tentu keduanya memiliki kelebihan yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Pilihan sistem ini bisa Anda sesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah. On-grid dapat menjadi pilihan bagi hunian yang sudah memiliki jaringan listrik dan ingin memanfaatkan energi matahari tanpa membangun sistem kelistrikan yang sepenuhnya mandiri.
Sementara itu, PLTS sistem off-grid lebih relevan bagi rumah yang mengutamakan kemandirian energi atau berada pada kondisi tertentu yang membuat akses jaringan listrik terbatas.
Sistem ini memang membutuhkan perhatian yang lebih pada penyimpanan energi, tetapi memberikan keleluasaan untuk membangun sumber listrik yang tidak bergantung langsung pada jaringan.
Dengan demikian, dari pertanyaan bagus mana sistem on grid vs off grid sebenarnya tidak memiliki satu jawaban untuk semua rumah. Semuanya ini haruslah melihat dari kondisi lokasi, kebutuhan listrik, pola pemakaian, dan tujuan pemasangan perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga Artikel Ini: Berapa Kapasitas PLTS Kalau Pasang Panel Surya untuk Rumah?
Konsultasikan Kebutuhan Solar Panel On Grid Vs Off Grid Buat di Rumah Anda
Perbedaan on-grid dan off-grid menunjukkan bahwa tidak ada satu sistem yang otomatis paling cocok untuk semua rumah. Kebutuhan energi, kondisi jaringan listrik, serta keinginan untuk memiliki cadangan energi akan menentukan sistem yang lebih relevan. Dengan begitu, konsultasi dengan tim ahli sebelum pemasangan dapat membantu Anda memahami pilihan yang tersedia berdasarkan kebutuhan rumah.
Sebagai gambarannya, jika Anda memutuskan memasangnya pada kami, Solar Panel Mandiri, harga paket dasar Type 2.2 kWp, yaitu Rp41 juta untuk On Grid, Rp57 juta untuk Off Grid, dan Rp60 juta untuk Hybrid. Semuanya bisa Anda sesuaikan saja!
Bagikan artikel ini





