Keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada listrik jaringan seringnya itu membuat pemilik rumah tertarik memasang panel surya. Hanya saja ketika mau melanjutkan pasang PLTS rumah tidak cukup hanya dengan membeli panel dan meletakkannya di atap.

Ya benar. Karena ada banyak hal yang perlu menjadi perhitungan yang matang. Tujuannya itu adalah agar sistem dapat bekerja sesuai kebutuhan, mulai dari posisi panel, kapasitas listrik, jalur kabel, hingga kondisi atap.

Baca Juga Artikel Ini: Penasaran Cara Kerja Panel Surya Menghasilkan Energi Listrik?

Pasang PLTS Rumah Perlu Memulainya dari Perencanaan yang Matang

Pasang PLTS Rumah

Perencanaan menjadi tahap awal yang menentukan apakah sistem PLTS nantinya sesuai dengan karakter rumah itu sendiri. Untuk semua kebutuhan listriknya juga dan kondisi fisik bangunan akan diceknya secara mendetail.

Menentukan Posisi Panel agar Paparan Matahari Terasa Lebih Optimal

Panel perlu berada di lokasi yang areanya bisa mendapatkan paparan matahari memadai. Arah dan kemiringan atap perlu memperhatikannya. Termasuk kemungkinan adanya bayangan dari pohon, bangunan tetangga, atau bagian rumah lainnya yang bisa jadi penghambat.

Dengan adanya area yang terlihat luas, nyatanya itu belum tentu seluruhnya ideal untuk panel. Bayangan yang muncul pada waktu tertentu dapat memengaruhi produksi listrik, sehingga pemeriksaan lokasi sebaiknya dilakukan sebelum jumlah modul ditentukan.

Menghitung Kapasitas PLTS Sesuai Pola Pemakaian Listriknya

Kapasitas sistem sebaiknya mengikuti kebutuhan energi rumah. Data tagihan listrik dan pola penggunaan peralatan dapat membantu memperkirakan kapasitas yang dibutuhkan.

Jika rumah yang banyak memakai peralatan listrik pada siang hari tentu memiliki karakter konsumsi berbeda dengan rumah yang sebagian besar memakai listrik pada malam hari. Oleh karena itulah, jumlah panel sebaiknya menentukan melalui perhitungan, bukan sekadar menyesuaikan luas atap.

Jalur Kabel dan Sistem Pengaman Listrik harus Rapi

Instalasi panel surya juga membutuhkan jalur kabel yang tertata. Kabel, konektor, grounding, serta dengan perangkat proteksi harus dipasang dengan memperhatikan keamanan dan karakteristik sistem.

Kerapian bukan hanya soal tampilan. Penataan jalur kabel yang baik membantu memudahkan pemeriksaan dan perawatan di kemudian hari. Hal serupa berlaku untuk sistem pengaman yang berfungsi melindungi perangkat dan instalasi dari kondisi kelistrikan tertentu.

Selalu Bisa Tempatkan Inverter di Lokasi yang Tepat

Inverter berperan mengolah listrik dari panel agar dapat digunakan oleh sistem kelistrikan rumah. Karena bekerja sebagai perangkat elektronik, penempatannya perlu memperhatikan sirkulasi udara dan perlindungan dari kondisi lingkungan yang dapat mengganggu kinerjanya.

Lokasi inverter juga bagusnya mudah menjangkaunya ketika teknisi perlu melakukan pemeriksaan. Penempatan yang tepat membuat proses pemantauan dan perawatan menjadi lebih praktis.

Lakukan Uji Sistem Sebelum Memakai PLTS

Setelah seluruh komponen terpasang, sistem tidak seharusnya langsung dianggap selesai. Pemeriksaan perlu melakukannya untuk memastikan sambungan, perangkat pengaman, inverter, dan komponen lainnya bekerja sesuai rancangan.

Tahap pengujian ini jelas akan berperan penting untuk menemukan masalah instalasi sebelum sistem memakainya secara rutin. Dengan pemeriksaan yang memadai, pengguna dapat mengetahui bahwa sistem sudah siap menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Sesuaikan Instalasi dengan Kondisi Atap

Atap menjadi bagian penting dalam pemasangan panel karena harus menopang struktur dan modul tambahan. Kondisi material, kekuatan struktur, serta titik pemasangan perlu diperhatikan agar instalasi tidak sekadar mengejar jumlah panel.

Pada rumah dengan atap daro genteng misalnya, metode pemasangan perlu menyesuaikan agar titik pengikat tidak menyebabkan masalah pada penutup atap. Jadi dengan melakukan survei fisik bangunan tetap perlu sebelum pekerjaan pemasangan ini berjalan.

Menghubungkan PLTS dengan Sistem Listrik yang Ada di Rumah

Listrik yang dihasilkan panel surya akan diproses melalui inverter sebelum memakainya sesuai konfigurasi sistem. Pada sistem PLTS on grid, PLTS terhubung dengan jaringan PLN. Sementara itu, sistem hybrid menggabungkan panel surya, baterai, dan juga aliran dari PLN, sedangkan sistem off grid menggunakan penyimpanan energi dalam baterai dan tidak terhubung ke jaringan PLN.

Jadi dengan melakukan pemilihan konfigurasi ini sebaiknya mengikuti kebutuhan rumah. Terlebih jika pengguna menginginkan cadangan listrik ketika jaringan PLN mengalami pemadaman.

Memastikan Sistem Siap Pakai Setelah Instalasi Selesai

Tahap akhir mencakup pemeriksaan sistem, dokumentasi, dan pemahaman pengguna mengenai pemantauan produksi listrik. Untuk proyek yang membutuhkan proses administrasi tertentu, pendampingan dari penyedia jasa pemasangan akan dapat membantu pengguna memahami tahapan yang harus diselesaikan.

Seperti yang kami dari Solar Panel Mandiri biasa lakukan. Kami mencantumkan layanan survei, desain, pemasangan, SLO, dan pengurusan izin PLN sebagai bagian dari proses layanannya guna memuaskan jasa yang kami berikan.

Baca Juga Artikel Ini: Mau Pasang PLTS 1000 Watt? Cek Ya Komponen & Paketnya!

Memilih Jasa Pasang PLTS Rumah Berdasarkan Kebutuhan

Memilih penyedia instalasi sebaiknya tidak hanya berpatokan pada harga semata. Perhatikan cakupan pekerjaan, spesifikasi komponen, pengalaman teknisi, garansi, juga dengan apa saja layanan yang tersedia setelah pemasangan.

Penyedia yang baik, yang mungkin merangkap juga sebagai pabrik solar panel di Indonesia idealnya dapat menjelaskan mengapa kapasitas tertentu dipilih dan bagaimana sistem tersebut menyesuaikan kondisi rumah. Pendekatan seperti ini membuat keputusan pemasangan lebih berdasarkan kebutuhan daripada sekadar mengikuti penawaran. Konsultasikan saja dengan tim kami dan survei akan kami lakukan, guna menentukan sistem yang tepat.

Bagikan artikel ini
Rully, staf konsultan PLTS atap Solar Panel Mandiri
Rully

Staf Konsultan

Siap Membantu Rencana PLTS Atap Anda

Melayani pelanggan PLN berdaya 4.400 VA ke atas.