Panel surya yang sudah kita pasang ini tidak selalu menunjukkan masalah melalui tampilan fisiknya saja. Permukaan panel bisa terlihat bersih dan tidak mengalami kerusakan, tetapi produksi listrik yang dihasilkan ternyata menurun. Kenapa bisa begitu ya? ternyata kondisi seperti ini membuat monitoring panel surya menjadi bagian penting dalam pengelolaan PLTS karena pemilik dapat melihat perubahan kinerja berdasarkan data, bukan hanya perkiraan.
Baca Juga Artikel Ini: Sejauh Mana Inverter Punya Peran dalam PLTS yang Dipasang?
Bagi Anda yang sudah memakai panel surya ini, baik di rumah maupun perusahaan, dengan pemantauan atau monitoring ini akan membantu memberikan gambaran mengenai kondisi sistem setelah PLTS mulai beroperasi.
Data yang tersimpan juga akan dapat menjadi pembanding ketika produksi listrik mengalami perubahan.
Dengan cara itulah, Anda juga akan punya informasi awal untuk menentukan apakah kondisi tersebut masih dipengaruhi cuaca atau perlu memeriksanya lebih lanjut. Nah untuk jelasnya lagi, bisa Anda simak di sini ya sama-sama,
Alasan Kenapa Monitoring Panel Surya Itu Penting dalam Sistem PLTS

PLTS ini akan bekerja mengikuti kondisi lingkungan, terutama ketersediaan sinar matahari. Oleh karena itulah, jumlah listrik yang dihasilkan tidak selalu sama setiap hari. Cuaca mendung, hujan, perubahan intensitas cahaya, atau juga dengan adanya bayangan yang mengenai panel dapat membuat produksi berubah. Tanpa data, pengguna mungkin kesulitan membedakan perubahan normal dengan penurunan performa yang perlu memperhatikannya.
Dengan adanya monitoring panel surya, informasi produksi dapat melihatnya secara lebih teratur lagi. Anda juga nantinya jadi bisa membandingkan hasil energi pada hari atau bulan tertentu dengan catatan sebelumnya. Apabila terdapat perubahan yang cukup jauh dan berlangsung berulang, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.
Manfaat ini semakin terasa pada instalasi yang digunakan untuk kebutuhan bisnis. Perusahaan juga jadi akan dapat menggunakan data produksi sebagai bahan evaluasi penggunaan energi dan mengetahui apakah PLTS memberikan hasil sesuai dengan kondisi operasionalnya.
Sementara itu, kalau pada rumah pemantauan membuat pemilik lebih mudah mengetahui apakah sistem masih menghasilkan listrik dengan pola yang wajar. Jadinya akan lebih teratur lagi pengecekannya.
Monitoring juga membantu ketika terjadi gangguan. Ketika sistem berhenti menghasilkan listrik, informasi status perangkat dapat memberikan petunjuk awal mengenai kondisi yang sedang terjadi. Pengguna tidak harus langsung menyimpulkan penyebabnya, tetapi dapat menyampaikan data tersebut kepada teknisi untuk membantu proses pemeriksaan.
Hal ini jelas harus bisa memahaminya karena data monitoring ini bukan pengganti pemeriksaan teknis. Fungsinya lebih sebagai alat untuk memberikan informasi mengenai kondisi dan perubahan performa yang energi hasilkannya pada panel. Dari informasi inilah maka pemeriksaan berikutnya bisa melakukannya dengan lebih terarah.
Apa Saja Data yang Bisa Monitoring dari PLTS?
Data yang tersedia dalam sebuah sistem monitoring PLTS bergantung pada perangkat dan konfigurasi yang digunakan. Namun, secara umum pengguna dapat menemukan beberapa informasi yang berkaitan langsung dengan produksi dan kondisi sistem.
Yang pertama adalah data dari produksi energi harian dan bulanan. Data ini menunjukkan jumlah energi yang berhasil masuk ke dalam periode tertentu. Catatan ini akan bisa berguna untuk melihat pola produksi sekaligus membandingkan hasil dari waktu ke waktu.
Lalu yang kedua, terdapat daya yang sedang dihasilkan ini akan berapa banyak. Berbeda dengan produksi energi yang dihitung berdasarkan periodenya, daya menunjukkan kemampuan sistem menghasilkan listrik pada suatu waktu. Angkanya sendiri bisa berubah mengikuti intensitas sinar matahari sepanjang hari.
Kemudian yang ketiga adalah tegangan dan arus. Kalau pada perangkat monitoring mendukung informasi tersebut. Kedua data ini dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kelistrikan sistem dan menjadi informasi tambahan ketika teknisi melakukan pengecekan.
Masuk ke yang keempat, Anda bisa melihat status inverter. Informasi ini dapat menunjukkan apakah perangkat sedang beroperasi normal atau mengalami kondisi tertentu. Beberapa sistem juga bisa memberikan notifikasi ketika muncul alarm atau error. Jadinya Anda bisa mengetahui adanya gangguan lebih cepat.
Yang kelima ialah sistem yang menggunakan sensor lingkungan dapat menyediakan data mengenai radiasi matahari dan temperatur. Informasi yang satu ini berguna untuk memahami hubungan antara kondisi lingkungan dan jumlah energi yang dihasilkan. Dengan begitu, adanya perubahan produksi tidak langsung dianggap sebagai kerusakan sebelum kondisi pendukungnya diperiksa.
Kemudian yang terakhir, ada data berupa riwayat produksi. Data historis ini bisa membantu Anda dalam melihat perubahan performa dalam periode yang lebih panjang. Misalnya saja jika produksi terus menurun ketika kondisi matahari relatif serupa, pola yang seperti itulah yang dapat menjadi petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jadi pada akhirnya, adanya monitoring memberikan cara yang lebih praktis untuk memahami kinerja PLTS sejauh mana. Anda juga tidak hanya melihat apakah panel masih menghasilkan listrik, tetapi juga dapat membaca data produksi dan perubahan performanya.
Baca Juga Artikel Ini: Fungsi Baterai yang Amat Vital dalam Sistem PLTS
Pastikan Monitoring Menjadi Bagian dari Perencanaan PLTS yang Sudah Anda Pasang!
Kebutuhan monitoring ini memang bagusnya sudah masuk ke dalam pertimbangan ketika sejak awal pemasangan. Pemilihan sistem yang sesuai, apakah itu on grid, off grid, atau juga dengan hybrid akan memudahkan pengguna melihat produksi energi sejauh mana. Selain itu, juga bisa untuk mengetahui perubahan kinerja tanpa harus melakukan pemeriksaan secara manual setiap waktu.
Dari kami sendiri, Solar Panel Mandiri menyediakan layanan PLTS yang lengkap dengan monitoringnya. Untuk informasi paket PLTS bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhannya. Kami juga menyediakan untuk type 2,2 kWp dengan harga Rp41 juta untuk On Grid, lalu di angka Rp57 juta untuk Off Grid, dan di angka Rp60 juta untuk Hybrid.
Sementara itu, kalau yang type 3 kWp berada pada Rp49 juta untuk On Grid, Rp67 juta untuk Off Grid, dan Rp70 juta untuk Hybrid. Konfigurasi dan harga tetap perlu mengonfirmasikannya ya berdasarkan kebutuhan serta hasil survei lebih dulu oleh tim kami.
Bagikan artikel ini





