Ketika penerangan harus tetap tersedia setelah matahari terbenam, sumber listrik bukan satu-satunya hal yang bisa jadi andalan. Area yang jauh dari jaringan listrik, halaman rumah, jalan yang ada di lingkungan, juga sampai ke kawasan usaha dapat memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya penerangan.
Itulah kenapa lampu tenaga surya bisa bekerja dengan mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang menyimpannya di baterai. Hanya saja, setiap jenis lampunya ini punya karakteristik berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan lokasi dan fungsi penerangan. Kita bisa lihat ulasannya di sini ya secara sama-sama.
Baca Juga Artikel Ini: Komponen PLTS untuk Menangkap Sinar Matahari yang Utamanya
Lampu Tenaga Surya Otomatis yang Bisa untuk Berbagai Penerangan

Secara umumnya, sistem dari lampu jenis ini terdiri dari panel surya, baterai, lampu LED, serta pengendali pengisian dan pengoperasian. Panel nantinya akan berfungsi dalam menangkap energi matahari pada siang hari. Kemudian akan dengan serta merta mengubahnya menjadi listrik. Energi tersebut disimpan di baterai dan digunakan untuk menyalakan lampu ketika hari mulai gelap.
Pada produk tertentu, sensor cahaya dapat mengatur waktu penyalaan secara otomatis. Ada pula perangkat yang dilengkapi sensor gerak atau pengaturan tingkat kecerahan. Oleh karena itulah, kemampuan sebuah lampu tidak hanya ditentukan oleh ukuran panel atau besarnya daya LED. Kapasitas baterainya, efisiensi panelnya juga, durasi pencahayaan, dan kondisi lokasi juga berpengaruh terhadap performanya.
Lampu Jalan yang Cocok Area Luar Ruangan
Lampu jalan tenaga surya akan membutuhkan cakupan pencahayaan yang lebih luas jika membandingkan dengan penerangan halaman atau di taman. Penggunaannya dapat ditemukan pada jalan lingkungan, akses kawasan perumahan, area parkir, jalur menuju gudang, bahkan sampai ke lingkungan fasilitas usaha.
Salah satu pilihan yang banyak digunakan adalah lampu jalan solar panel karena panel dapat menghasilkan energi pada siang hari. Semua itu tanpa membutuhkan kabel listrik sebagai sumber utama pada titik lampu. Sistem seperti ini dapat menjadi pilihan pada lokasi yang sulit dijangkau jaringan listrik.
Dalam pemasangannya juga tidaklah rumit. Namun ada beberapa hal perlu masuk ke dalam perhitungan yang matang. Ketinggian tiang menentukan luas area yang terkena cahaya, sedangkan jarak antar-titik lampu memengaruhi pemerataan penerangan. Posisi panelnya juga harus mendapatkan paparan matahari yang memadai. Pepohonan, bangunan, atau objek lain yang menghasilkan bayangan dapat mengurangi energi yang diterima panel.
Ada Juga dengan Jenis PJU Solar Cell untuk Penerangan di Jalan Umum
Penerangan Jalan Umum atau PJU mempunyai tuntutan yang lebih besar karena lampu harus membantu memberikan visibilitas bagi pengguna jalan. Sistem berbasis tenaga surya menggabungkan panel, baterai, LED, controller, yang lengkap dengan struktur tiang dalam satu kesatuan sistem penerangan.
Namun ketika mempertimbangkan PJU solar cell yang bagus, tentu saja harus melihat kesesuaian spesifikasi dengan lokasi. Kapasitas baterai yang masuk ke dalam sistem off grid ini harus mampu menyimpan energi. Tentnya dengan kemampuan yang cukup untuk durasi operasi yang sudah ada aturannya. Panel juga perlu memiliki kapasitas yang sesuai agar energi yang digunakan pada malam hari dapat kembali terisi pada siang berikutnya.
Aspek ketahanannya juga jangan sampai abai. Ya benar karena PJU berada di ruang terbuka. Casing, sambungan, dan komponen listrik harus sesuai untuk menghadapi hujan, debu, panas, serta dengan segala perubahan kondisi lingkungan. Pengaturan pencahayaan juga perlu diperhatikan agar energi tidak terbuang ketika tingkat cahaya penuh sebenarnya belum diperlukan.
Jenis Lampu Taman yang Pakai Tenaga Surya, Menambah Sisi Estetika
Kebutuhan lampu taman jelas akan berbeda dari PJU. Area yang lampu terangi ini biasanya lebih kecil. Jadinya perangkat tidak selalu membutuhkan daya besar. Selain membantu aktivitas pada malam hari, lampu taman dapat digunakan untuk memperjelas jalur berjalan, menerangi sudut tertentu, atau menonjolkan elemen lanskap.
Desainnya juga yang akan menjadi salah satu pertimbangan penting. Bentuk lampu dapat menyesuaikan dengan konsep taman yang Anda miliki. Sementara itu, warna dan tingkat cahaya juga bagusnya tidak sampai mengganggu kenyamanan lingkungan. Penempatan juga harus memperhitungkan keberadaan tanaman yang dapat menghalangi panel dari sinar matahari. Benar-benar akan menambah dari sisi estetika.
Baca Juga Artikel Ini: Perbedaan Solar Panel On Grid Vs Off Grid untuk Rumah
Lampu Rumah Juga Bisa Pakai yang Jenis Tenaga Surya
Pada hunian, teknologi ini bisa menerapkannya untuk menerangi banyak sudut rumah. Misalnya saja di teras, halaman, garasi, jalan setapak, pintu masuk, atau area lain yang tidak selalu memiliki akses listrik dengan mudah. Pemilihan jenis lampunya juga perlu mempertimbangkan fungsi masing-masing ruang.
Lampu di jalur menuju rumah misalnya saja. Di sini akan membutuhkan cahaya yang cukup untuk membantu visibilitas saja. Sementara itu, penerangan dekoratif di taman atau teras dapat menggunakan intensitas yang lebih rendah lagi. Untuk itulah, kebutuhan lumen menjadi salah satu parameter yang penting memeriksanya.
Dengan pemakaian jenis lampu tenaga surya otomatis maka akan dapat menjadi pilihan yang terbaik. Terlebih hal itu ketika pengguna menginginkan pengoperasian yang lebih praktis tanpa harus menyalakan perangkat setiap sore.
Jadi pemilihan jenis lampu tenaga surya yang otomatis, untuk area yang Anda tentukan maka harus memilih secara teliti. Jangan asal memilih dan itu sebaiknya konsultasikan saja dulu dengan tim ahli.
Bagikan artikel ini





