Studi kasus PLTS atap ini merangkum pemasangan sistem on-grid 10 kWp di Prasetyo Mart, toko swalayan keluarga di Waru, Sidoarjo. Delapan belas panel 550 Wp di atap dak beton seluas 220 m² menurunkan tagihan listrik 16.500 VA dari Rp5,6 juta menjadi Rp3,35 juta per bulan, setara Rp27 juta per tahun, dengan pemasangan tiga hari tanpa menutup toko dan balik modal sekitar lima tahun. Pilihan skema untuk bangunan usaha dapat dilihat di halaman layanan PLTS atap.
Tantangan
Prasetyo Mart adalah toko swalayan keluarga dua lantai di Waru, Sidoarjo, dengan 12 karyawan dan jam buka pukul 07.00 hingga 22.00. Delapan chiller minuman, dua freezer, AC ruang belanja, dan lampu membuat tagihan listrik 16.500 VA-nya mencapai Rp5,6 juta per bulan.

Chiller dan AC menyala 15 jam sehari
Tarif listrik bisnis yang terus naik menggerus margin toko yang memang tipis. Agus mencari cara menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan, lalu menghubungi Solar Panel Mandiri lewat form konsultasi gratis.
Survei menunjukkan atap dak beton seluas 220 m² yang rata, bebas bayangan, dan mudah diakses. Panel listrik toko berada di lantai dua sehingga jalur kabel ke inverter pendek.
Dari data tagihan, sekitar 60% konsumsi listrik toko terjadi pukul 08.00 hingga 17.00, saat chiller dan AC bekerja paling keras melawan panas siang.
40%
Hemat Tagihan
Tagihan bulanan turun dari Rp5,6 juta menjadi Rp3,35 juta, setara Rp27 juta per tahun.
10 kWp
Kapasitas Terpasang
18 panel 550 Wp dan satu inverter grid-tie 10 kW, tersambung ke meteran ekspor-impor PLN.
3 Hari
Pemasangan, Toko Tetap Buka
Pemasangan dikerjakan di atap dak selama tiga hari tanpa mengganggu jam buka dan pelayanan kasir.
“Chiller dan AC di toko nyala dari pagi sampai malam. Sekarang beban siangnya ditanggung panel, tagihan turun 40% tiap bulan. Pemasangannya tiga hari dan toko tetap buka, urusan PLN dan SLO diselesaikan tim Solar Panel Mandiri.”
Agus Prasetyo
Pemilik Prasetyo Mart, Sidoarjo
Proses Pemasangan
Solar Panel Mandiri mengerjakan pemasangan dari atap sehingga aktivitas toko di bawahnya tidak terganggu. Penyambungan ke panel listrik dilakukan pada malam hari setelah toko tutup.
Tiga hari pemasangan di atap dak tanpa menutup toko
Pengurusan SLO dan meteran ekspor-impor PLN memakan waktu sekitar tiga minggu dan sepenuhnya ditangani tim kami. Sistem sudah memasok beban siang toko sejak hari pertama.
Agus menerima laporan produksi bulanan dan dapat memantau kinerja panel dari aplikasi inverter di ponselnya.

Kesimpulan
Dengan investasi Rp135 juta dan penghematan sekitar Rp27 juta per tahun, sistem ini diperkirakan balik modal dalam lima tahun. Panel bergaransi kinerja 25 tahun dan inverter 10 tahun.
Balik modal sekitar lima tahun, margin toko lebih sehat
Bagi Agus, penghematan itu setara gaji beberapa karyawan, dan menjadi ruang untuk menjaga harga jual tetap bersaing dengan minimarket berjejaring.
Ingin hasil serupa untuk usaha Anda?
Jika toko Anda memakai banyak chiller, freezer, atau AC pada siang hari, polanya kemungkinan besar serupa. Isi form konsultasi gratis dan tim kami akan menghitung potensi penghematannya dari data tagihan Anda.
“Atap dak beton Prasetyo Mart luas dan rata, jadi 18 panel bisa dipasang dengan sudut optimal. Kami tidak menyarankan baterai karena beban malamnya kecil, sehingga on-grid saja sudah paling efisien.”

Staf Konsultan, Solar Panel Mandiri