Studi kasus PLTS on-grid ini merangkum pemasangan sistem 4 kWp di rumah Hendra Wijaya di Grand Galaxy City, Bekasi. Delapan panel 550 Wp dan satu inverter grid-tie 4 kW memangkas tagihan listrik rumah 5.500 VA dari Rp1,35 juta menjadi Rp680 ribu per bulan, setara penghematan sekitar Rp8 juta per tahun, dengan pemasangan dua hari dan balik modal sekitar tujuh tahun. Rincian skema dan komponennya dapat dibaca di halaman layanan PLTS on-grid.
Tantangan
Sejak 2024 Hendra bekerja hibrida dari rumahnya di Grand Galaxy City, Bekasi. Tiga unit AC menyala hampir sepanjang siang, ditambah water heater dan peralatan kerja. Tagihan listrik rumah 5.500 VA itu merangkak dari sekitar Rp900 ribu menjadi Rp1,35 juta per bulan.

Tagihan melonjak sejak bekerja dari rumah
Hendra sempat mempertimbangkan menurunkan pemakaian AC, tetapi kenyamanan kerja menjadi taruhannya. Ia lalu menghubungi Solar Panel Mandiri lewat form konsultasi gratis untuk mengetahui apakah atap rumahnya layak dipasangi PLTS.
Hasil survei menunjukkan bidang atap genteng seluas 28 m² yang menghadap utara, bebas bayangan, dengan struktur rangka baja ringan yang mampu menahan beban panel.
Dari data tagihan dua belas bulan terakhir, tim kami menghitung bahwa sekitar 55% konsumsi listrik rumah terjadi pada pukul 09.00 hingga 16.00, tepat saat produksi surya berada di puncaknya.
50%
Hemat Tagihan
Tagihan bulanan turun dari Rp1,35 juta menjadi Rp680 ribu, setara Rp8 juta per tahun.
4 kWp
Kapasitas Terpasang
Delapan panel 550 Wp dan satu inverter grid-tie 4 kW, tersambung ke meteran ekspor-impor PLN.
2 Hari
Waktu Pemasangan
Pemasangan panel, inverter, dan kabel selesai dalam dua hari kerja tanpa mengganggu aktivitas rumah.
“Siang hari rumah praktis tidak menarik listrik dari PLN. Tagihan turun separuh, dan semua urusan SLO serta meteran PLN diurus tim Solar Panel Mandiri tanpa saya harus datang ke kantor PLN.”
Pemilik Rumah, Bekasi
Proses Pemasangan
Solar Panel Mandiri menangani seluruh tahapan, mulai dari survei hingga penggantian meteran PLN. Hendra hanya perlu menandatangani penawaran dan menyiapkan akses ke atap pada hari pemasangan.
Dari survei hingga meteran ekspor-impor dalam empat minggu
Pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan permohonan meteran ekspor-impor ke PLN memakan waktu sekitar tiga minggu. Selama itu sistem sudah berjalan dan memasok beban siang rumah.
Setelah meteran ekspor-impor terpasang, kelebihan produksi pada akhir pekan tercatat sebagai kredit yang mengurangi tagihan bulan berikutnya. Hendra memantau produksi harian lewat aplikasi inverter di ponselnya.

Kesimpulan
Dengan investasi Rp58 juta dan penghematan sekitar Rp8 juta per tahun, sistem ini diperkirakan balik modal dalam tujuh tahun. Panel bergaransi kinerja 25 tahun dan inverter 10 tahun, sehingga sisa masa pakainya menjadi penghematan bersih.
Balik modal sekitar tujuh tahun, panel bergaransi 25 tahun
Bagi Hendra, manfaat yang paling terasa bukan hanya angka tagihan, melainkan ketenangan memakai AC sepanjang hari kerja tanpa merasa boros.
Ingin hasil serupa untuk rumah Anda?
Jika rumah Anda berdaya 4.400 VA ke atas dengan pemakaian siang yang tinggi, kemungkinan besar polanya serupa. Isi form konsultasi gratis dan tim kami akan menghitung potensi penghematannya dari data tagihan Anda.
“Atap Pak Hendra menghadap utara tanpa bayangan pohon, jadi 8 panel 550 Wp sudah cukup untuk menutup beban siang. Kami sengaja tidak menambah kapasitas agar investasinya tetap efisien.”

Staf Konsultan, Solar Panel Mandiri